Senin, 28 Januari 2013

DAFTAR NAMA SISWA SMA N 1 KAPONGAN TAHUN PELAJARAN 2012-2013

KELAS  :  X - 1
WALI  KELAS  :  KARSONO,  S.Pd
1 ABDIL WAHID ARIF MABRUR
2 AHMAD ARIFIN
3 AHMAD ZAINUDDIN
4 ANDRI SUHARYANTO
5 ARIF BUDIMAN HARDIANSYAH
6 DANI HAIRUL FATAH
7 DIDIK SATRIYO
8 EMILDA RISKIYA
9 FEBRI AKBAR NUGROHO
10 GHOZALI MONTORO
11 HAMIDATUL ISRO'
12 HOSNAN
13 IMAMUL MUTTAQIN
14 INDRA MARET SETIYAWAN
15 JOKO SUPRIYANTO
16 MAMBAUL ULUM
17 MAULIDIYAH HAFIFAH
18 MIFTAHUL ARIFIN
19 NAFSUL MUTHMAINATU ASYKURA NIKMAH
20 NILA NOVIANTINI
21 NUR APRILLIA WULANDARI
22 NURUL AZIZA
23 RIFQI DANIL HUDA
24 SAIFUL RASID
25 SHINTA DEWI PURWATI
26 SOVIATUN JANNAH
27 SUPRIANI LAILI ARAFAH
28 VENY DWI CAHYA
29 WARIS SALFIA
30 YOGA PRANATA
31 YOSEFIN FEBELINA
KELAS  :  X - 2
WALI  KELAS  :  Drs.  WIROTO
1 ABDUL WAHID
2 AHMAD FAJAR SIDIK
3 AHMAD ZAMRONI
4 ANGGA IRAWAN
5 ANGGI WARNINDA
6 ARYONI
7 DARIS FIRODATI
8 DIKY BAGUS HIDAYATULLOH
9 ERY MARETTA WULAN
10 FAIZ QURAIDY BHASYA
11 FEBRIYANTO
12 GILANG HARDIANTO
13 I GUSTY BINTANG PAMUNGKAS PUTRA SUGIARTO
14 INNIKE CHAIROH AMALIA
15 JUNAIDI
16 MIFTAHUS ARIFIN
17 MOHAMMAD IKHSAN
18 MUHAMMAD MARTIN ILHAM
19 MUHSINAH
20 NILA ROSIDA
21 RAHMAD HARIYANTO
22 RISA AL ADEWIYA
23 SAIFUL BAHRI
24 SHERLY DWI LUCIYANA
25 SHODIK AMRONI
26 SOFIYATUL LAILI
27 SRI ASTUTIK
28 SUSANTI
29 UNAISIS SHOLEHATUS SA'ADAH
30 WINDRI KRISTIA NINGSIH
KELAS  :  X - 3
WALI  KELAS  :  ISMU  HARSO  LATIF,  S.Pd
1 ABDURAHMAN SHOLEH
2 AHMAD MUKSIN
3 AISYAH DWI JANNIYAH
4 BAYU ADY PRAYOGI SUPRIYANTO
5 DEDY NANDA HANDI WIYONO
6 DIMAS FANI PRATAMA
7 EVA AMALIANINGSIH
8 FENGKIYANTO
9 IBNU FAOZAN
10 INTAN YOSANNA
11 LAILY SHOFIATUL KARIMAH
12 MOH. ABRORY
13 MOHAMMAD SAIFUL HIDAYAT
14 MUHAMMAD HENWIS
15 MUHAMMAD REZA AL-AMMARI
16 NINDA FENTI MIRANDANI
17 NUR HALIMAH
18 RATNA PUJI LESTARI
19 ROFI AINUR ROHMAN
20 SAIFULLAH
21 SITI AINUR EENG RAHMATILLAH
22 SUCI PRASETIANING TIWI
23 SUSI SUSANTI
24 UMAR SALJU
25 YODION WIRA WANDA
26 YOVI ASTUTIK
27 YUDHA PRA IMANTO
28 YULIA PURNAMASARI


KELAS  :  X - 4
WALI  KELAS  :  FETININGSIH, S.Pd
1 ACHMAD FARIED ZEIN
2 AHMAD RAJIB FADLI
3 AKHMAD MAULANA ISHAQ
4 ANGGITA RESTYA WIJAYANTI
5 BENY SUKRIYANTO
6 DELILA EL BAROROH
7 DODIK HIDAYATUL SUFYAN
8 FAIS IQROMAN
9 FIRMAN TAUFIK HIDAYAT
10 HERIYANTO
11 ICHA HERDIANA FAJARIYAH
12 IRFANDYANSYAH
13 LILIS SURYANINGSIH
14 MAYMUNA
15 MOH. HOSNI TAMRIN
16 MOHAMMAD RIZAL FAUZI
17 MOHAMMAD ZAINUR RIDHO
18 MUHSINAH
19 NITA OKTA SELVIANA
20 NUR MUHAMMAD SEYNI
21 REFY KRISDAYANTI
22 ROHELI
23 SAMHAJI
24 SAMSIYANI
25 SITI NURHAYATI
26 SUKARDIYONO
27 SYAIFUL ABRORI
28 TITO ARIS MAWARDANI
29 TORIK CAHYADI
30 VANI NUR HALIMA
31 YURIN
32 FEBRI RAFSYAM DHONI
KELAS  :  X - 5
WALI  KELAS  :  Dra.  INDAH  NURAINI  SINTA, S.Pd
1 AFIFATUL WIDAD
2 AHMAD SOLEHUDDIN
3 AHMAD WARIS ILYAS
4 ALIATUL MUGHIRO
5 ANGGUN PRATAMA PUTRA
6 CHOLIT ABU SYAIRI
7 DEWI IRMANIA
8 DWIKI RIZAL FIRMANSYAH
9 FAIZAL ALIEF RAMADHAN
10 FAJAR BUDIARI
11 FITRI EKA SURYA NINGSIH
12 HERU IWAN JAUHARI
13 ICHA TRIBUANA
14 IRVAN EFENDI
15 LITHA ATIKA
16 MERI TRIO ARIESKA
17 MOH. IRFAN SUBAIRI
18 MUARIFUL WARO
19 NOER ASIFATUS SALAM
20 NUR RIFA RATNA SARI
21 REKY PRASETIYO
22 ROHMATIKA
23 RYAN RAFI MUAMMAH
24 SARIATUL MALSIYA
25 SUKMA KURNIAWAN
26 SYAUQI AMRILLAH
27 TOLAK HADI SUSANTO
28 YOGI SILA RAHARJA
29 YUDI HARTONO
30 ZAINUR ARIFIN
31 AHMAD FAJAR ALTRIARA
KELAS  :  X - 6
WALI  KELAS  :  ADE  SHILVI  VERAWATI,  ST
1 AFIL  AINUNDA
2 AHMAD SUBAIRI
3 AMALIA PAKSI PURWACARAKA
4 ANNISAH ISNAINI WULANDARI
5 ARIK SLAMET HARYANTO
6 CINDY WARDIYANA SUTION
7 DIAH AYU ALVI SARI
8 ELIS FATUS SAKDIYA
9 FAIZAL DWI APRIANTO
10 FIYANA NURHALIFA
11 HILMAWAN ARI NUGROHO P
12 IKA NOVI ASTUTIK
13 IWAN FAHRIZAL DONI
14 LUKMAN HAKIM ARIFANDI
15 MERISA INDRIYANI
16 MILA ANDRIATI
17 MOHAMMAD ADI SAPUTRO
18 MOHAMMAD HAVAS ANDRIAWAN
19 MUH. ZADHI MAULANA
20 MURTADHA MAKKI
21 NOVALINA PUTRI ARDIAN
22 NURFAQI RAHMAN
23 PRAS EKO SETIO WIDODO
24 RICO GUNAWAN
25 ROSITA RATNA SARI
26 SATRIYA BINTANG PAMUNGKAS
27 SITI SUNDARI
28 SUPRAPTO
29 TEGAR PANDU WILANA
30 YOGI J.M
31 ZAKI ALI ROSIKIN KURNIAWAN
32 ZEINUR HOLILI IKHSAN
33 DICKY ABDUL ROSYID
KELAS  :  X - 7
WALI  KELAS  :  ADE  SHILVI  VERAWATI,  ST
1 AGUS BUDIONO
1 AHMAD TAUFIK
2 AMALIA SUCI WULANDARI
3 ANWAR MUSTAFA
4 DANI EKA WIJAYA
5 DIAN PRATIWI
6 ELYZABETH
7 FANDI AHMAD SANTOSA
8 FRANDIKA RETNO WAHYUDI
9 HASAN BASRI
10 HOLIFATUL FITRIA
11 HOLIFATUS ZUHRO
12 ILHAM WAHYUDI
13 JEFRI ADINATA
14 KRISTINA LIEM
15 LUSIA DEVISARI
16 MERY ROSITA WULANDARI
17 MOHAMMAD AGUSTIAN FERDIANSYAH
18 MUHAMMAD FAUSAN BAHARI
19 NANANG SUTIRJO
20 NOVIA RETHA WIDIYANTI
21 NURIZAT ALI MAKNUN
22 RIDWAN
23 RUDI MARDIANSAH
24 SEPTIAN NUR CAHYANTO
25 SITI SUGIHARTATIK
26 SLAMET SUDIARTO
27 SUMINI
28 USMAN EFENDI
29 VIRNA DAMAYANTI
30 WAQIATUR RAHMAH

TUGAS 7 > CERPEN



Saran : Sebelum mengerjakan soal , sebaiknya anda pelajari wacana dibawah ini

Wacana
·       Cerpen merupakan karya sastra yang sangat memperhatikan pilihan alur yang padat. Sebuah cerpen merupakan cara pandang tersendiri dari suatu peristiwa yang melatarinya, hal-hal yang menyangkut hal praktis, kompak dan padat sehingga mengesankan sutu kesatuan yang utuh
·       Cerpen dapat merupakan karangan singkat , sederhana, dan dapat dibaca dalam sekali kesempatan

Unsur-unsur intrinsik karya sastra yang ada pada cerpen:
1.          1.              Tema
2.              Alur
3.              Penokohan
4.              Amanat
5.              Sudut pandang
6.              Latar


TUGAS 6 > MEMAHAMI WACANA SASTRA



Saran : Sebelum mengerjakan soal , sebaiknya anda pelajari wacana dibawah ini

Wacana   1
Memahami Puisi wacana Sastra melalui kegiatan membaca Puisi
Puisi merupakan karya sastra yang sangat memperhatikan pilihan kata dan kepaduan bunyi . Sebuah Puisi apabila dibaca dengan indah dan penuh penghayatan merupakan penampilan seni yang menarik
Dalam membaca puisi hendaknya memperhatikan :
1.     Intonasi   Lagu kalimat, perubahan nada pengucapan
2.     Lafal   Bagaimana melafalkan huruf menurut daerah artikulasinya
3.     Ekspresi  : Gerak wajah, Tubuh dan anggauta badan yang berkaitan dengan Puisi yang dibacakan

Perhatikan Puisi berikut ini :
SENJA  DIPELABUHAN  KECIL
Buat Sri Ajati
Karya : Chairil Anwar
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali, kapal, perahu tiada berlaut
mengembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
Menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

Wacana   2
Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerpen dengan kehidupan sehari-hari
·       Cerpen merupakan karya sastra yang sangat memperhatikan pilihan alur yang padat. Sebuah cerpen merupakan cara pandang tersendiri dari suatu peristiwa yang melatarinya, hal-hal yang menyangkut hal praktis, kompak dan padat sehingga mengesankan sutu kesatuan yang utuh
·       Cerpen dapat merupakan karangan singkat , sederhana, dan dapat dibaca dalam sekali kesempatan

Unsur-unsur intrinsik karya sastra yang ada pada cerpen:
1.              Tema
2.              Alur
3.              Penokohan
4.              Amanat
5.              Sudut pandang
6.              Latar

TUGAS 5 > MEMEHAMI PUISI


Saran : Sebelum mengerjakan soal , sebaiknya anda pelajari wacana dibawah ini

Wacana  1
Membaca Cerpen
Isi cerita pendek adalah sari / bagian inti dari suatu cerita. Anda bisa membuat ringkasan cerita tersebut kemudian Anda ringkas kembali

Hal yang menarik dari sebuah cerita pendek berupa :
1.       Jalan cerita pendek atau plot
2.       Tema
3.       Sifat tokohnya
4.       Amanat
5.       Nilai- nilai yang terkandung
6.       Bahasa yang digunakan oleh pengarang
Wacana  2
Memahami Puisi yg disampaikan secara langsung  Tidak Langsung ( Makna Imajinatif )
·         Isi atau makna puisi adalah apa yang terkandung dalam puisi. Di antaranya adalah tema, amanat, pengalaman penyairnya. Memahami makna puisi memerlukan pemahaman terhadap unsur-unsur pembangunnya seperti pilihan kata, bahasa kias, bunyi, rima, irama, citraan, sarana retorika, dan gaya bahasa. Di samping itu, karena puisi ditulis berdasarkan kenyataan, maka kehadiran puisi tidak dapat lepas dari situasi sosial kemasyarakatan.
·                Menemukan isi atau makna puisi menggunakan berbagai pendekatan. Banyak pendekatan yang digunakan untuk memahami puisi. Salah satu diantaranya pendekatan parafrase.  Dengan pendekatan ini sebuah puisi diungkapkan ke dalam bahasa prosa yang sederhana agar mudah dipahami.
·                Pendekatan parafrase pada dasarnya berangkat dari pemikiran bahwa (1) gagasan dapat disampaikan dalam berbagai bentuk, (2) kata atai simbol yang konotatif dapat diubah ke dalam bentuk lain yang denotatif, (3) kalimat atau unsur yang ’dilesapkan’ dikembalikan lagi, (4) bentuk yang bersifat denotatif dapat mempermudah orang memahami isinya, (5) pengungkapan kembali suatu gagasan ke dalam bentuk lain akan mempertajam orang memahami isinya.
·                Perhatikan contoh puisi berikut:

EPISODE
(karya : W.S.Rendra)
Kami duduk berdua
di bangku jambu di halaman rumah itu
Pohon jambu di halaman rumah itu
berbuah dengan lebatnya
dan kami senang memandangnya
angin yang lewat
memainkan daun yang berguguran
tiba-tiba ia bertanya
”Mengapa sebuah kancing bajumu lepas terbuka?”
Aku hanya tertawa
lalu ia sematkan dengan mesra
Sebuah peniti menutup bajuku
Sementara itu
Aku bersihkan
Guguran jambu                                                 
Yang mengotori rambutnya

TUGAS 4 > MENULIS GAGASAN SECARA SISTEMATIS



Saran : Sebelum mengerjakan soal , sebaiknya anda pelajari wacana dibawah ini

Wacana  1
Menulis hasil observasi dalam bentuk  paragraf deskripsi

Deskripsi merupakan karangan yang menggambarkan / melukiskan suatu tempat, keadaan/benda, sehingga pembaca dapat menikmati gambaran itu dengan jelas
Langkah-langkah menyusun paragraf deskripsi sebagai berikut :
1.                   Menentukan tema/topik karangan
2.                   Menentukan tujuan
3.                   Melakukan pengamatan
4.                   Mengklasifikasikan hasil pengamatan
5.                   Menyusun kerangka karangan
6.                   Mengembangkan kerangka karangan
Contoh Deskripsi

Pantai Nusa Penida belum banyak dikunjungi orang. Sebenarnya pantai Nusa Penida mempesona karena pasirnya yang putih kekuning-kuningan.
Dari Denpasar pulau Nusa Penida bisa ditempuh 1,5 jam. Setelah melalui jalan darat/dengan menumpang kapal motor sekitar 35 menit dari pelabuhan Padang Bai. Nusa Penida terdiri dari tiga gugusan, yaitu pulau Kambangan, Cemingan, dan Nusa Besar.
Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA kelas X, Erlangga, hal 23
Wacana   2
Menulis gagasan scr logis & sistematis dlm bentuk ragam paragraf eksposisi
Eksposisi merupakan karangan yang menberikan penjelasan mengenai sesuatu disertai dengan contoh, gambar, denah, grafik, dan lain sebagai ya, agar pembaca dapat menerima dengan jelas
Langkah-langkah menyusun eksposisi

1.       Menentukan tema/topik
2.       Merumuskan tujuan
3.       Mengumpulkan bahan
4.       Pemilihan bahan
5.       Membuat kerangka karangan
6.       Mengembangkan kerangka karangan
Contoh Paragraf Eksposisi

                Sekarang ini jalan-jalan santai di Malioboro tidak lagi menjadi rekreasi yang menyenangkan. Hal ini disebabkan kondisi lingkungannya yang sangat padat, baik oleh bangunan maupun kendaraan sehingga menyebabkan pejalan kaki tidak lagi merasa nyaman. Jalan raya yang selalu macet, polusi kendaraan yang semakin tinggi bersatu dengan debu-debu yang ketentuannya menambah ’sumpek’ suasana. Sungguh sulit menikmati indahnya Malioboro dengan kondisi yang semakin semrawut.
Buku Intan Pariwara, kelas X
Wacana   3
Memahami puisi yang disampaikan secara Lsngsung / tidak langsung ( Menemukan Tema, Makna & Pesan dlm Puisi )
Topik merupakan pokok, sedangkan tema adalah gagasan pokok pembicaraan. Tema dicari dengan bertanya ”Mengapa penulis menulis itu ? untuk menjawabnya, puisi harus dibaca berulang-ulang, kemudian dikaitkan dengan kapan diciptakan, apa latar belakang pencipta, dari sudut pandang mana diciptakan, dan bagaimana gaya penulisannya ? sedangkan topik cukup di cari dengan bertanya ”Apa yang ditulis oleh penyair?” misalnya, puisi ”Pancaran Hidup”, karya Amal Hamzah. Topik puisi ini malas bekerja dengan tema orang sehat jadi peminta-minta.

Pancaran Hidup
Di pagi hari
Aku berangkat bekerja
Tampak olehku seorang lelaki
Mengorek-ngorek tong mencari nasi
Sepintas hatiku sedih
Terasa miskin badan sendiri
Di tengah kekayaan negeri raya
Awak menjadi peminta-minta
Lalu mataku menoleh ke badannya
Tampak tegap-tegak semata
Tiada cacat membuat celaka
Hatiku marah
Orang begini tak perlu dikasihani
Di dunia Allah penuh rejeki
Ia tinggal bermalas diri

Hal –hal yang harus diperhatikan siswa dalam tema kali ini adalah :
§  Amanat atau pesan dari puisi adalah sesuatu yang dapat kita ambil dari puisi tersebut.
§  Pesan adalah nilai dilihat dari sudut penyair , sedangkan kesan adalah nilai dilihat dari sudut pembaca.