Senin, 28 Januari 2013

TUGAS 12 >> PERSIAPAN KENAIKAN KELAS



Saran : Sebelum mengerjakan soal , sebaiknya anda pelajari wacana dibawah ini
Wacana  1

A.   MENGUNGKAPKAN  PENDAPAT  TERHADAP  PUISI


Untuk mengungkapkan makna sebuah puisi. Anda harus mengetahui dan memahami hakikat puisi dan unsur-unsur yang terkandung di dalamnya. Ada empat unsur hakikat puisi, seperti berikut

Tema adalah gagasan pokok atau pokok persoalan yang dikemukakan oleh penyair.
a.          Rasa adalah sikap penyair terhadap pokok persoalan yang terdapat dalam puisinya. Dengan kata lain setiap penyair dapat menunjukkan sikap yang berbeda saat menghadapi pokok persoalan yang sama. Misalnya saja saat menghadapi masalah Tuhan, seorang penyair dapat bersikap penuh kepasrahan, kekhusukan, keragu-raguan, penasaran, ataupun kekecewaan.
b.          Nada adalah sikap batin penyair yang hendak disampaikan kepada pembaca. Ada nada duka, menasihati, mencemooh, penasaran, kagum, berontak, dan sebagainya. Nada puisi dapat menimbulkan suasana terhadap pembaca. Suasana puisi adalah keadaan jiwa pemcaca setelah membaca puisi. Misalnya nada duka dalam sebuah puisi dapat menimbulkan suasana iba hati pembaca.
c.          Pesan adalah amanat atau maksud yang hendak disampaikan penyair. Pesan dalam puisi dapat ditemukan setelah memahami tema, rasa, dan nada puisi.
Makna atau isi sebuah puisi dapat ditafsirkan berbeda antara orang yang satu dengan orang yang lain. Penafsiran ini sangat bergantung pada pengetahuan atau wawasan masing-masing. Oleh karena itu, akan lebih baik jika anda dapat menafsirkan makna sebuah puisi mendekati apa yang sebenarnya ingin disampaikan penyair.

 Wacana  2
A.   MENGUNGKAPKAN  PENGALAMAN DIRI  SENDIRI  DAN  ORANG  LAIN  KE  DALAM  CERPEN

Setiap orang pasti pernah mengalami peristiwa yang tak terlupakan sepanjang hidupnya. Peristiwa itu mungkin terjadi ketika seseorang masih kanak-kanak, berusia remaja, atau bahkan ketika dewasa. Peristiwa itu berkesan karena menjadi pelajaran yang baik bagi dirinya. Kamu pun tentu pernah mengalami juga, bukan?
Pengalaman itu dapat kalian ceritakan kepada orang lain secara lisan atau tertulis. Jika diceritakan atau ditulis, akan bisa menjadi pelajaran bagi orang lain pula. Khusus dalam bagian ini, kalaian berlatih menceritakan peristiwa itu secara tertulis.
1)       Unsur-unsur pembangun cerpen
Unsur intrinsik pembangun cerpen diantaranya adalah unsur amanat dan gaya bahasa. Berikut ini akan dijelaskan kedua unsur tersebut.
a.       Amanat
Amanat merupakan unsur ajaran yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Amanat dapat dikatakan sebagai unsur pendidikan moral. Unsur ajaran atau pendidikan moral ini dapat diketahui oleh pembaca setelah ia membaca karya sastra tersebut secara keseluruhan.
b.  Gaya bahasa
Bahasa merupakan unsur yang sangat penting dalam sebuah karya sastra. Penggunaan bahasa berfungsi menciptakan suatu nada atau suasana persuasi serta merumuskan dialog yang mampu memperlihatkan hubungan dan interaksi antara sesame tokoh (Koasih, 2003:258). Pemilihan gaya bahasa merupakan ciri khas dari setiap pengarang. Pengarang menggunakan gaya bahasa tertentu dalam melukiskan suasana yang tepat untuk adegan-adegan yang akan disajikan. Bahasa juga digunakan untuk menandai karakter tokoh-tokoh cerita. Karakter jahat atau baik dapat digambarkan melalui kata-kata yang digunakan. Tokoh anak-anak atau orang dewasa dapat dibedakan dari kosakata dan struktur kalimat yang digunakan
2)         Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis cerpen, yaitu sebagai berikut:
a.     Membuat paragraf pertama yang mengesankan
Paragraf pertama dibuat mengesankan agar pembaca merasa tertarik. Paragraf ini hendaknya langsung masuk ke pokok persoalan sehingga tidak menghadirkan kebosanan dan rasa apatis bagi pembacanya.
b.     Menggunakan alur yang tidak mudah ditebak
Sebuah cerpen tidak aka nada artinya bila tidak ada pembacanya. Oleh sebab itu, perlu digunakan teknik-teknik, kiat-kiat, atau trik-trik tertentu untuk menarik minat pembaca, seperti menyiasati alur sehingga tidak mudah ditebak.
c.     Menggali suasana
Melukiskan suasana hendaknya menggunakan detail yang apik dan kreatif. Misalnya, melukiskan sebuah taman disertai kaitannya dengan suasana hati tokoh ceritanya sehingga penggambaran tersebut menyentuh hati pembaca.
d.     Menggunakan kalimat efektif
Penggunaan kalimat efektif akan memudahkan pembaca menangkap maksud dan isi cerita tersebut. Selain menggunkan kalimat efektif, penggunaan kosakata dan gaya bahasa yang bervariasi akan membuat cerpen tersebut tidak kering dan membosankan.
e.     Menggerakkan tokoh
Tokoh-tokoh dalam cerpen digerakkan, baik secara fisik maupun psikis sehingga terlukis seperti dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat karya tersebut terasa hidup.
f.      Fokus cerita
Sebuah cerpen pada dasarnya mengandung satu persoalan pokok. Fokus cerita yang tajam merupakan salah satu penunjang terciptanya karya sastra yang bagus.
g.     Sentuhan akhir
Cerpen diakhiri ketika persoalan telah dianggap selesai. Cerpen-cerpen mutakhir umumnya diakhiri dengan sentuhan akhir yang membuat pembaca terpana dan penasaran. Sering kali, lanjutannya dibiarkan berada dalam pikiranpebaca dan terserah pembaca bagaimana menafsirkan akhir cerita. Pentingnya sentakan cerpen adalah membuat terkesan.

TUGAS 11 >> CERTA RAKYAT



Saran : Sebelum mengerjakan soal , sebaiknya anda pelajari wacana dibawah ini
Wacana


·       Cerita rakyat adalah karya sastra yang berupa cerita dari zaman dahulu yang hidup dikalangan rakyat dan diwariskan secara lisan. Unsur-unsur dalam cerita rakyat sama dengan unsur-unsur dalam cerpen. Unsur-unsur yang membentuknya adalah unsur dari dalam dan unsur dari luar. Unsur dari dalam karya sastra antara lain tema, alur, tokoh dan penokohan, watak dan perwatakan latar.
·       Sedangkan unsur dari luar diantaranya nilai-nilai. Nilai-nilai yang dimaksud adalah hal-hal yang penting dan berguna bagi kemanusiaan yang terdapat dalam karya itu.
·       Nilai-nilai itu misalnya, nilai budaya, sosial, keagamaan, budi pekerti, dan sebagainya. Dalam cerita rakyat banyak memiliki hal-hal menarik untuk didiskusikan, misalnya tentang tokohnya,watak tokoh, amanat, dan juga nilai-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut.
·       Istilah tokoh dan penokohan sebenarnya menyarankan pada pengertian yang hampir sama. Istilah tokoh menunjuk pada orangnya, pelaku cerita, sedangkan penokohan menunjuk pada sikap kualitas pribadi tokoh seperti yang ditafsirkan pembaca.
·       Watak tokoh menunjuk pada watak atau sifat pelaku cerita. Sedangkan perwatakan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh. Ada beberapa metode penokohan, yaitu metode analisis atau metode langsung, metode perian, dan metode tidak langsung. Metode langsung adalah metode yang digunakan pengarang untuk menceritakan sifat-sifat, hasrat, pikiran, dan perasaan tokohnya secara langsung. Metode tidak langsung (dramatik) atau ragaan adalah metode yang digunakan pengarang untuk menceritakan sifat tokoh dengan cara pembaca harus menyimpulkan watak tokoh melalui pikiran, percakapan, dan perilaku tokoh.
·      

Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui sebuah cerita. Cerita rakyat dapat memberikan pelajaran-pelajaran pada pembaca sehingga cerita rakyat tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran untuk menjadikan pembaca lebih arif dalam kehidupan. Demikian juga nilai-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat. Amanat dan nilai-nilai dalam cerita rakyat dapat ditemukan dengan membaca dan menganalisis secara seksama cerita rakyat tersebut.·       Cerita rakyat adalah karya sastra yang berupa cerita dari zaman dahulu yang hidup dikalangan rakyat dan diwariskan secara lisan. Unsur-unsur dalam cerita rakyat sama dengan unsur-unsur dalam cerpen. Unsur-unsur yang membentuknya adalah unsur dari dalam dan unsur dari luar. Unsur dari dalam karya sastra antara lain tema, alur, tokoh dan penokohan, watak dan perwatakan latar.
·       Sedangkan unsur dari luar diantaranya nilai-nilai. Nilai-nilai yang dimaksud adalah hal-hal yang penting dan berguna bagi kemanusiaan yang terdapat dalam karya itu.
·       Nilai-nilai itu misalnya, nilai budaya, sosial, keagamaan, budi pekerti, dan sebagainya. Dalam cerita rakyat banyak memiliki hal-hal menarik untuk didiskusikan, misalnya tentang tokohnya,watak tokoh, amanat, dan juga nilai-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat tersebut.
·       Istilah tokoh dan penokohan sebenarnya menyarankan pada pengertian yang hampir sama. Istilah tokoh menunjuk pada orangnya, pelaku cerita, sedangkan penokohan menunjuk pada sikap kualitas pribadi tokoh seperti yang ditafsirkan pembaca.
·       Watak tokoh menunjuk pada watak atau sifat pelaku cerita. Sedangkan perwatakan adalah penyajian watak tokoh dan penciptaan citra tokoh. Ada beberapa metode penokohan, yaitu metode analisis atau metode langsung, metode perian, dan metode tidak langsung. Metode langsung adalah metode yang digunakan pengarang untuk menceritakan sifat-sifat, hasrat, pikiran, dan perasaan tokohnya secara langsung. Metode tidak langsung (dramatik) atau ragaan adalah metode yang digunakan pengarang untuk menceritakan sifat tokoh dengan cara pembaca harus menyimpulkan watak tokoh melalui pikiran, percakapan, dan perilaku tokoh.
·      

Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui sebuah cerita. Cerita rakyat dapat memberikan pelajaran-pelajaran pada pembaca sehingga cerita rakyat tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran untuk menjadikan pembaca lebih arif dalam kehidupan. Demikian juga nilai-nilai yang terkandung dalam cerita rakyat. Amanat dan nilai-nilai dalam cerita rakyat dapat ditemukan dengan membaca dan menganalisis secara seksama cerita rakyat tersebut.

TUGAS 10 >> WAWANCARA & PIDATO



Saran : Sebelum mengerjakan soal , sebaiknya anda pelajari wacana dibawah ini
Wacana

Persiapan Indonesia di Olimpiade Fisika
Yohanes Surya, fisikawan Indonesia, telah berjasa membuka jalan bagi bangsa Indonesia untuk memasuki fase renaisans. Beliau telah merintis jejak bagi murid-murid cemerlang sekolah menengah Indonesia untuk masuk dalam komunitas fisika pemula antar bangsa melalui olimpiade fisika. Beliau pun bercita-cita mempersiapkan peneliti Indonesia meraih nobel tahun 2020. Berikut percakapan dengan guru yang luwes bergaul ini.
·            Apa yang akan anda lakukan untuk mempersiapkan tim Indonesia mengikuti olimpiade fisika tahun mendatang?
o    Yang akan saya persiapkan adalah adanya konsep mengatur diri sendiri
·           Bagaimana sebenarnya konsep mengatur diri sendiri seperti yang anda maksud?
o    Konsep yang saya maksud adalah kemampuan mengorganisasi diri, dalam arti mengatur diri sendiri untuk belajar dengan baik
·            Di Amerika Serikat, konon hanya mencomot dari beberapa sekolah. Kapan mengikuti pola Amerika?
o    Di Amerika Serikat, kesadaran belajar sendiri sudah begitu besar. Orang pasti akan belajar walaupun tidak disuruh. Di Indonesia belum bisa seperti itu
·           Lalu, apa yang akan anda lakukan?
o    Di pelatihan itu, saya hanya memfasilitasi. Anak belajar sendiri. Kami memberikan buku supaya mereka bisa mengatur dir sendiri dan mencapai hasil maksimal
·            Berapa buku yang akan anda berikan?
o    Ada enam buku yang akan saya berikan. Isinya soal dan penyelesaian bahan yang diujikan di olimpiade, serta soal mekanika dan elektro-magnetik. Kami akan sebarkan buku yang rencananya selesai tahun 2005 itu ke seluruh Indonesia. Semua orang bisa dapat, bisa belajar sendiri. Pada saat itu, kompetisinya sungguhan. Target saya tahun 2006, Indonesia juara dunia. Nanti, kita lihat hukum pangkat akan berlaku karena setelah juara dunia, saya mau murid mengatur dirinya sendiri.
·            Jadi, apakah tidak ada lagi pelatihan?
·         Tetap ada, tetapi hanya beberapa bulan
Agar kalian semakin memahami dan menguasai kegiatan wawancara, ikutilah pembelajaran berikut ini dengan baik.

1.       Menentukan topik wawancara dan memilih narasumber
Sebelum kalian melakukan wawancara, tentukan terlebih dahulu topiknya. Setelah itu, pilih narasumber. Narasumber dipilih sesuai dengan topik wawancara.

2.         Menyusun daftar pertanyaan dengan memperhatikan kelengkapan isi
Kegiatan menyusun daftar pertanyaan perlu kalian lakukan sebelum wawancara. Agar pertanyaan kalian mencakup kelengkapan isi yang diinginkan, gunakanlah berbagai kata tanya sebagai penggali informasi dari narasumber. Kata tanya tersebut adalah sebagai berikut:
·            Apa                                       ·        Kapan
·            Siapa                                    ·        Mengapa
·            Dimana                                ·        Bagaimana
Hal-hal yang harus kalian perhatikan saat membuat daftar pertanyaan untuk narasumber adalah kalian harus mempelajari dan memahami terlebih dahulu latar belakang permasalahan (topik) secara baik.

3.          Mencatat pokok-pokok wawancara dan menuliskannya dalam paragraf yang baik
Agar kalian dapat mewawancarai narasumber dan dapat mencatat pokok-pokok wawancara dengan baik, perhatikan hal-hal berikut!
ü  Siapa pun narasumbernya, kalian harus menghormatinya. Pewawancara harus tampil positif, baik gaya, cara, maupun sikap bicara.
ü  Usahakan agar proses wawancara berlangsung seperti dialog atau “ngobrol-ngobrol biasa”. Pemahaman dan penguasaan atas topik wawancara akan mengangkat harga diri pewawancara di hadapan narasumber.
ü  Berwawancaralah dengan tanya-jawab secara lancer sesuai bahan pertanyaan yang sudah kalian pelajarai dan pahami
ü  Ajukan pertanyaan secara wajar, tanpa berlarut-larut
ü  Perlu kalian ingat bahwa wawancara bukan interogasi, melainkan usaha mendapatkan informasi sebagai bahan tulisan. Pertanyaan yang kalian ajukan boleh tajam, tandas, tetapi jangan memojokkan narasumber atau terkesan menguji narasumber, apalagi menggurui.
ü  Meminta narasumber untuk mengulangi jawabannya bukan hal yang baik. Hal ini seharusnya dihindari. Oleh karena itu, perhatikan dengan seksama jawaban-jawaban narasumber
ü  Tape recorder memang satu sarana yang dapat kalian gunakan untuk membantu. Akan tetapi, jangan menggantungkan diri pada benda tersebut. Biasakan untuk mempertajam daya ingat dan kemampuan menulis cepat

Apabila hal-hal tersebut telah kalian lakukan dengan baik, kalian akan mudah mencatat pokok-pokok wawancara dan menuliskan hasil wawancara dalam paragraf yang baik.
Selain hal-hal tersebut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pewawancara.
ü  Ucapkanlah terimakasih setelah wawancara selesai
ü  Mohonlah maaf apabila saat wawancara berlangsung ada ha;-hal yang tidak berkenaan
ü  Memohon kesediaan narasumber untuk dihubungi kembali jika ada hal-hal yang perlu ditanyakan ulang
Saat menuliskan hasil wawancara, hindari informasi yang bersifat  rahasia pribadi narasumber
Wacana  PIDATO
v  Jika kalian hendak menulis teks pidato, perlu dilakukan persiapan-persiapan, antara lain menentukan topik dan tujuan pidato, membuat kerangka pidato, dan menyusun teks pidato berdasarkan kerangka yg telah dibuat
v  Sebelum mulai menulis, sebaiknya simaklah informasi berikut :
1.         Menentukan topik dan tujuan pidato
Topik adalah pokok pembicaraan yang akan disampaikan kepada pendengar. Untuk membatasi topik, kalian dapat mengajukan pertanyaan: ”Saya akan berpidato tentang apa?” Jawabannya misalnya tentang penyakit. Topik ini terlalu luas. Topik harus dibatasi sesempit atau sekecil mungkin. Selanjutnya, kalian bertanya kembali: “Apa yang akan saya bicarakan berkaitan dengan penyakit?”
Selain menentukan topik, kalian juga perlu menentukan tujuan pidato. Pidato bertujuan agar pendengar melakukan sesuatu, mempengaruhi keyakinan pendengar, atau untuk menyampaikan informasi. Lihatlah contoh berikut ini!
Topik       : tubuh sehat dan bugar dengan jalan kaki
Tujuan    : agar pendengar melakukan olahraga jalan kaki secara rutin
                  : jalan kaki sangat bermanfaat bagi kesehatan
2.         Menyusun kerangka isi pidato
Pidato terdiri atas tiga bagian, yakni pendahuluan, isi, dan penutup. Agar lebih jelas, di bawah ini adalah contoh kerangka pidato dengan topik aerobik dan kesehatan tubuh.

o  Pendahuluan berisi salam. Tujuannya untuk menghormati dan mendoakan hadirin. Selain berisi salam, pendahuluan diisi kalimat atau ucapan hormat kepada tokoh penting yang hadir pada saat itu dan kepada hadirin. Urutan penyebutan hendaknya dimulai dari tokoh yang jabatannya paling tinggi, sampai kepada yang paling rendah.
    Perhatikan contoh bagian pendahuluan!
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Selamat pagi dan slam sejahtera untuk kita semua. Sungguh merupakan suatu kebahagiaan bagi saya untuk menyampaikan pidato singkat pada pagi ini.
o  Isi adalah bagian penting dari pidato. Agar mudah menyajikannya, bagian ini sebaiknya diperinci menjadi poin-poin yang lebih kecil. Selanjutnya, poin-poin ini dikembangkan satu demi satu.
      Perhatikan kutipan bagian isi berikut!
Bapak/ Ibu yang saya hormati,
Semua orang menginginkan hidup sehat. Setuju? Manusia berusaha dengan segala macam demi menjaga kesehatannya. Salah satu usaha yang tidak mengeluarkan biaya adalah senam pagi.
Olahraga secara teratur dapat menjaga kebugaran tubuh. Kita tidak perlu memilih olahraga yang mahal, seperti golf, bilyar, ski, terbang laying, dan lain-lain. Olahraga murah yang apat dilakukan setiap waktu adalah jalan kaki.
o   Bagian penutup berisi harapan dan doa agar apa yang disampaikan bermanfaat bagi pendengar, dan salam.
Perhatikan contoh penutup berikut!
Jalan kaki merupakan olahraga yang sehat dan murah. Oleh karena itu, olahraga ini sebaiknya kita jalankan secara rutin.
Bapak/ Ibu yang saya hormati,
Demikian akhir pidato saya. Jika ada perkataan saya yang kurang berkenan di hati, saya mohon maaf.

Sabtu, 26 Januari 2013

OPS !! FILE SOAL BELUM BISA DIBUKA



HINGGA  SAAT INI  MATERI  SOAL  BELUM  BISA  DIAKSES KARENA  MATERI AJAR BELUM  DIBAHAS

MATERI  SOAL  DAPAT  DIAKSES  SETELAH  ADA  INFORMASI  DARI  GURU  PENGAJAR

INGAT !!  
WAKTU  MENGERJAKAN  (  MEMBUKA  FILE  SOAL  HANYA  2  MINGGU )
UNTUK  KELANCARAN  TUGAS  ANDA  PERHATIKAN  INFORMASI  SELAMA  PROSES BELAJAR  MENGAJAR  DIKELAS  BERLANGSUNG

TUGAS 9 >> MENULIS GAGASAN DALAM PARAGRAF


Saran : Sebelum mengerjakan soal , sebaiknya anda pelajari wacana dibawah ini
Wacana

Agar pendapat kita dapat diterima oleh pembaca atau teman bicara, kita bisa mengungkapkan pendapat tersebut dengan argumentasi. Pada bagian ini kalian belajar menyusun paragraf argumentasi.
Selanjutnya perhatikan paragraf argumentasi berikut ini dan kerjakanlah latihan-latihan yang menyertainya!

A.      Mengenal Unsur Paragraf Argumentasi
·         Paragraf argumentasi merupakan paragraf yang isinya dimaksudkan untuk mempengaruhi pembaca agar menerima ide atau pernyataan yang dikemukakan, baik yang didasarkan pada pertimbangan logis maupun  emosional.
·         Argumentasi pada dasarnya berupa seperangkat kalimat yang disusun sedemikian rupa sehingga beberapa kalimat berfungsi sebagai bukti-bukti yang mendukung kalimat lain. Sebuah paragraf digolongkan sebagai paragraf argumentasi bila bertolak dari adanya masalah yang biasanya bersifat kontroversi-mempunyai sisi yang berbeda. Dalam kaitannya dengan masalah tersebut dijelaskan alasan-alasan yang logis untuk meyakinkannya. Alasan itu hendaknya mempunyai nilai keindahan, kebenaran, kebaikan, kebergunaan, dan efektivitas sesuai dengan paham yang dianutnya.
·         Pada dasarnya kekuatan argument terletak pada kemampuan penulis dalam mengemukakan tiga prinsip pokok, yaitu apa yang disebut pernyataan, alasan yang mendukung, dan pembenaran. Pernyataan mengacu penentuan posisi dalam masalah yang masih kontroversial. Alasan mengacu pada usaha untuk mempertahankan pernyataan dengan memberikan alasan-alasan atau bukti yang sesuai. Pembenaran mengacu pada usaha dalam menunjukkan hubungan antara pernyataan dan alasan. Perhatikan contoh berikut!
1.        Penebangan hutan harus segera dihentikan  ( Pernyataan )
2.        Pohon-pohon di hutan itu dapat menyerap sisa-sisa pembakaran dari pabrik-pabrik dan kendaraan bermotor. ( Alasan )
3.        Jika hutan ditebang habis, maka tidak ada mesin yang bisa menyerap sisa-sisa pembakaran. ( Alasan )
4.        Sisa-sisa pembakaran itu dapat meningkatkan pemanasan global. ( Alasan )
5.        Pemanasan global itu akan melelehkan gunung es di kutub. . ( Alasan )
6.        Akibatnya, kota-kota ditepi pantai seperti Jakarta, Surabaya, singapura, Bangkok, dan lain-lainnya akan terendam air laut. . ( Alasan )
7.        Jika hutan kita terus ditebang demi kepentingan ekonomi, maka akan terjadi bahaya yang luar biasa hebatnya. . ( Alasan )
8.        Oleh karena itu, hutan harus kita selamatkan sekarang juga. ( Pembenaran )

B.   Mengidentifikasi ciri-ciri paragraf persuasi
Paragraf persuasi adalah paragraf yang berisi ajakan. Orang atau pembaca yang akan diajak (dipersuasi) melakukan suatu hal, perlu diyakinkan dengan argument atau alasan yang tepat.

Dalam paragraf persuasi, terdapat kata ajakan seperti ayo dan mari. Iklan adalah contoh paragraf persuasi. Sementara itu, contoh, ilustrasi, alasan, fakta, pendapat, atau denah dapat disajikan dalam paragraf persuasi.

Bacalah contoh paragraf persuasi berikut!
                Beras organik lebih menguntungkan daripada beras nonorganik. Mutu beras organik lebih sehat, awet, dan lebih enak. Selain itu, beras organik tidak mencemari lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia. Keuntungan yang didapat para petani beras organik juga lebih tinggi. Petani beras organik mendapat keuntungan 34% dari biaya produksi, sedangkan petani beras nonorganik hanya mendapat keuntungan 16% dari biaya produksi. Oleh karena itu, mari kita bertani dengan cara organik agar lebih menguntungkan dan dapat meningkatkan tara  hidup.

C.      Mengidentifikasi ciri-ciri paragraf persuasi
Paragraf persuasi adalah paragraf yang berisi ajakan. Orang atau pembaca yang akan diajak (dipersuasi) melakukan suatu hal, perlu diyakinkan dengan argument atau alasan yang tepat.

Dalam paragraf persuasi, terdapat kata ajakan seperti ayo dan mari. Iklan adalah contoh paragraf persuasi. Sementara itu, contoh, ilustrasi, alasan, fakta, pendapat, atau denah dapat disajikan dalam paragraf persuasi.

Bacalah contoh paragraf persuasi berikut!
                Beras organik lebih menguntungkan daripada beras nonorganik. Mutu beras organik lebih sehat, awet, dan lebih enak. Selain itu, beras organik tidak mencemari lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia. Keuntungan yang didapat para petani beras organik juga lebih tinggi. Petani beras organik mendapat keuntungan 34% dari biaya produksi, sedangkan petani beras nonorganik hanya mendapat keuntungan 16% dari biaya produksi. Oleh karena itu, mari kita bertani dengan cara organik agar lebih menguntungkan dan dapat meningkatkan tara  hidup.

Ind@h NS / Guru Pengajar






Ind@h NS / Guru Pengajar